ADIWIYATA SMP N 1 SUSUKAN
1. Pengertian dan tujuan AdiwiyataADIWIYATA mempunyai pengertian atau makna sebagai tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dan menuju kepada cita‐cita pembangunan berkelanjutan. Tujuan program Adiwiyata adalah mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan
2. Prinsip‐prinsip Dasar Program Adiwiyata dan Pelaksanaan Program Adiwiyata diletakkan pada dua prinsip dasar berikut ini;
- Partisipatif: Komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggungjawab dan peran.
- Berkelanjutan: Seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif
Komponen Adiwiyata :
- Untuk mencapai tujuan program Adiwiyata, maka ditetapkan 3 (tiga) komponen program yang menjadi satu kesatuan utuh dalam mencapai sekolah Adiwiyata. Keempat komponen tersebut adalah;
- Kebijakan Berwawasan Lingkungan
- Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan
- Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif
3. Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan
Keuntungan mengikuti Program Adiwiyata
- Mendukung pencapaian standar kompetensi/ kompertensi dasar dan standar kompetensi lulusan (SKL) pendidikan dasar dan menengah.
- meningkatkan efesiensi penggunaan dana operasional sekolah melalui penghematan dan pengurangan konsumsi dari berbagai sumber daya dan energi.
- Menciptakan kebersamaan warga sekolah dan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif.
- Menjadi tempat pembelajaran tentang nilai‐nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar.
- Meningkatkan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup meIalui kegiatan pengendalian pencemaran, pengendalian kerusakan dan pelestarian fungsi lingkungan di sekolah.
Adiwiyata SMP N 1 SUSUKAN mempunyai misi menghidupkan kembali bank sampah karena bank sampah bertujuan untuk membantu menangani pengolahan sampah dan tujuan bank sampah selanjutnya adalah untuk menyadarkan masyarakat akan
lingkungan yang sehat, rapi, dan bersih. Bank sampah juga didirikan untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna dalam masyarakat, misalnya untuk kerajinan dan pupuk yang memiliki nilai Kegiatan di pelaksanya. Dalam pelaksanaan kegiatan rutin ini di hadiri oleh pemangku wilayah ketua RW pengurus Ayah HEBAT' BERKAH BERSAMA DINAS DLHK KOTA PEKANBARU KETUA UPPKA AYAH HEBAT' PPKBD.Dengan adanya kegiatan ini sangat banyak sekali yang di untung kan .Di samping lingkungan bersih juga dapat menambah masuka perekonomian keluarga nantinya, yang awalnya sampah menjadi berkah,
Jenis-jenis sampah yang ada di sekitar kita cukup beraneka ragam, ada
yang berupa sampah rumah tangga, smpah industri, sampah pasar, sampah
rumah sakit, sampah pertanian, sampah perkebunan, sampah peternakan,
smpah institusi/kantor/sekolah, dan sebagainya.
Berdasarkan asalnya, sampah padat dapat digolongkan menjadi 2
yaitu sebagai berikut:
a. Sampah Organik
Sampah organik adalah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan
hayati yang dapat didegradasi oleh mikroba atau bersifat biodegradable.
Sampah ini dengan mudah dapat diuraikan melalui proses alami. Sampah
rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk
sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa-sisa makanan,
pembungkus (selain kertas, karet, dan plastik), tepung, sayuran, kulit
buah, daun dan ranting. Selain itu, pasar tradisional juga banyak
menyumbangkan sampah organik seperti sampah sayuran, buah-buahan
dan lain-lain.
b. Sampah Anorganik
Sampah anorganik adalah sampah yang dihasilkan dari bahanbahan non-hayati, baik berupa produk sintetik maupun hasil proses
teknologi pengelolaan bahan tambang. Sampah anorganik dibedakan
menjadi: sampah logam dan produk-produk olahannya, sampah plastik,
sampah kertas, sampah kaca dan keramik, sampah detergen. Sebagian
besar anorganik tidak dapat diurai oleh alam atau mikroorganisme secara
keseluruhan (unbiodegradable). Sementara, sebagian lainnya hanya
dapat diuraikan dalam waktu yang lama.sampah jenis ini pada tingkat
rumah tangga, misalnya botol plastik, botol gelas, tas plastik, dan kaleng.
Berdasarkan wujud atau bentuknya dikenal tiga macam sampah
atau limbah yaitu: limbah cair, limbah padat, dan limbah gas. Contoh
limbah cair yitu air cucian, air sabun, minyak goreng isa, dan lainnya.
contoh limbah padat yaitu bungkus snack, ban bekas, botol air minum,
5. Penyelenggaraan kantin tanpa plastik
Salah satu program SMP Negeri 1 Susukan adalah Kantin Bebas Plastik, program ini sebagai upaya mengurangi penggunaan plastik sehingga terwujud lingkungan sekolah yang bebas dari sampah plastik sekali pakai, serta mendukung Pemerintah dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Sebagaimana kita ketahui Indonesia merupakan negara terbesar kedua penggunaan plastik sekali pakai setelah China.Kantin sekolah diharuskan menjual makanan dan minum yang dikemas tanpa menggunakan plastik sekali. Program ini menjadi sektor terpenting sekolah dalam pengurangan sampah plastik sebab penggunaan plastik terbesar adalah dari konsumsi makanan dan minuman.
6. Pembuatan tong sampah dengan botol bekas
Botol plastik merupakan salah satu penyumbang sampah terbesar yang mengambang dengan bebas di lautan seluruh dunia. Betapa tidak, gaya hidup manusia di abad ini yang serba praktis menyebabkan penggunaan botol plastik sekali pakai tidak bisa dihindari. Karena sampah jenis ini membuat bumi kian tidak lestari. Tanah, sungai dan lautan, bahkan udara tercemari oleh partikel-partikel paling kecil yang belum selesai terurai. Partikel bernama mikroplastik itu bukan hal yang bisa disepelekan, karena juga dianggap dapat mengancam kesehatan manusia. Daripada merugikan kelestarian alam atau bahkan kesehatan kita, sebaiknya kita mulai berpikir untuk mengolah dan memanfaatkan sampah botol plastik yang digunakan
Pemanfaatan limbah botol plastik bekas menjadi tong sampah adalah salah satu kreatifitas individu masyarakat sehingga dapat mengurangi adanya dampak pencemaran terhadap lingkungan akibat botol plastik dan juga mengedukasi masyarakat agar mengetahui dan menerapkan teknologi tepat guna dalam pembuatan tong sampah dari limbah botol plastik.
No comments:
Post a Comment